Kamis, 06 Agustus 2009

DIKLAT K3 GURU SMK


Diklat Keselamatan dan Kesehatan Kerja Angkatan 1 untuk guru SMK Produktif program studi Mesin, Otomotif, Bangunan dan Listrik Elektronika telah berlangsung mulai dari tanggal 27 Juli s.d 7 Agustus 2009 bertempat di P4TK – EDC Malang dengan peserta mulai dari Meulaboh Propinsi Aceh hingga Provinsi Sulawasi Selatan.

Diklat K3 tsb dilaksanakan terkait dengan UU No.1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja dimana pada SMK banyak digunakan dan dipakai peralatan dan bahan yang mengandung potensi terjadinya kecelakaan kerja.

Jumlah peserta sebanyak 24 orang guru terdiri atas :

1. Afsatin Ara ST asal SMKN 2 Waingapu NTT

2. Anang Prasetya. S.Pd asal SMKN 2 Pasuruan Jatim

3. Anang Sujono, S.pd asal SMK Darut Taqwa Pasuruan Jatim

4. Arif Wahyono,S.Pd asal SMKN 1 Trenggalek Jatim

5. Budi Prasetyo S.Pd asal SMK Kristen 2 Magelang Jateng

6. Herry. ST asal SMKN 1 Sintang Kalimantan Barat

7. Drs. I Ketut Sulendra asal SMK Rekayasa Denpasara Bali

8. Ishak Makkasau. S.Pd asal SMKN 2 Watansopeng Sulawasi Selatan

9. Iswanto, ST asal SMK Muhammadyah Kudus Jateng

10. Drs. Jufrinal asal SMKN 2 Meulaboh NAD

11. Kasus Buwono, S.Pd asal SMKN 3 Kudus Jateng

12. Drs. Ir. Kundi Parmanto. M.Pd asal SMK PGRI Nganjuk Jatim

13. Langgeng Sihana , S.Pd asal SMKN Pajangan Bantul DIY

14. Drs. Leonardi asal SMKN 2 Pekanbaru Riau

15. Muh. Aries S.Pd asal SMKN 5 Makasar Sulsel

16. Ir. Muhajir asal SMK NU Larangan Brebes Jateng

17. Sian Harsep.L asala SMKN Ihya’ Ulumudin Singojuruh Banyuwangi Jatim

18. Ibu Siti Khotimah.A asal SMK Ma;arif Wates DIY

19. Siwi Saptotriono, S.pd asal SMK Ma’arif Ajibarang Purwokerto Jateng

20. Sumartono, ST asal SMKN 2 Sumbawa Besar NTB

21. Totok Susanto, ST asal SMKN 3 Bondowoso Jateng

22. Zamroni Masjid Z, S.Pd asal SMK Muhammadyah 5 Babat Lamongan Jatim

23. Suswariyanto, S.Pd asal SMK Nurul Islam Larangan Brebes Jateng

24. Arif Yulianto asal SMKN 1 Wonosegoro Boyolali Jateng.

Materi yang diberikan meliputi :

1. Dasar K3 dan UU NO.3 Tahun 1970

2. K3 Kebakaran

3. K3 Mekanik

4. Lingkungan Kerja dan Budaya Kerja

5. K3 Listrik

6. K3 Pesawat Uap dan Bejana Tekan

7. K3 Konstruksi

8. Kesehatan Kerja

9. Statistik Kecelakaan Kerja

10. Analisa Kondisi Lapangan dan Presentasi

Dengan terlaksananya diklat K3 untuk para guru produktif SMK tsb diharapkan kasus-kasus terjadinya kecelakaan kerja, bahaya kebakaran, bahaya ledakan dapat diminimalkan dan kalau dapat mencapai Zero Accident itu yang sangat diharapkan, Untuk tujuan tsb diharapkan para manajemen sekolah dapat mendukung kegiatan K3 tsb dengan memberikan suport kepada para guru yang telah berjuang untuk menciptakan iklim K3 yang kondusif disekolah.

Alangkah baiknya jika sekolah dapat membentuk Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja / P2K3 dimana guru yang telah mendapat pelatihan K3 bertugas sebagai Sekretaris P2K3 yang bertugas mengorganisir kegiatan K3 disekolah masing-masing. Sebagai ketua adalah Kepala Sekolah sedangkan anggotanya adalah masing-masing ketua progran studi/jurusan.

Semoga cita-cita mulia dalam menyelamatkan para guru, siswa dan manajemen sekolah terhindar dari kecelakaan kerja, bahaya kebakaran dan bahaya ledakan harus didukung sepenuhnya oleh warga sekolah.

Terima kasih.


Sasongko

Automotive Departemen VEDC Malang

Email : sasongkovedc@gmail.com

HP 081.23306039

Selasa, 16 Juni 2009

KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA / K3

Kesehatan dan Keselamatan Kerja merupakan suatu upaya memberikan perlindungan kepada tenaga kerja khususnya serta orang lain yang memasuki tempat kerja dalam kondisi sehat dan aman, sehingga diharapkan sumber dan proses produksi dapat berlangsung dengan secara aman dan lancar serta dapat meningkatkan effisiensi dan produktifitas kerja.

Tetapi dalam kenyataan dilapangan banyak kendala yang harus dihadapi baik itu oleh pihak Manajemen serta ahli K3 di perusahaan, budaya dan etos kerja yang dimiliki para pekerja masih sangat rendah, hal ini terkait dengan latar pendidikan serta lingkungan dimana mereka berada, serta ditambah lagi dengan tidak adanya sosialisasi secara kontinyu oleh para pengambil kebijakan (dalam hal ini pihak Manajamen).

Sebagai contoh berikut kami sampaikan data-data kecelakaan kerja yang terjadi di Indonesia pada tahun 2008 dari sumber PT Jamsostek, berdasarkan data yang dilaporkan untuk pengurusan klaim asuransi. Sebetulnya masih banyak kasus kecelakaan kerja tetapi tidak dilaporkan oleh.

Menurut data PT Jamsostek, pekerja yang meninggal dunia karena kecelakaan pada 2008 mencapai 2.124 orang. Jumlah pekerja yang meninggal itu merupakan peningkatan dari 2007 yang mencapai 1.883 orang dan pada 2006 sebanyak 1.597 orang.

“Pada 2005 mencapai 2.045 orang. Sementara angka kasus kecelakaannya tertinggi dalam empat tahun terakhir, yakni 99.023 pekerja. Kasus kecelakaan kerja pada 2008 sebanyak 93.823 orang, dengan jumlah pekerja yang sembuh 85.090 orang, sedangkan yang cacat total 44 orang,” kata pejabat Humas PT Jamsostek Kuswahyudi di Jakarta, Rabu (4/2).

Dalam upaya menekan angka kecelakaan kerja ini, Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Depnakertrans) menargetkan penurunan angka kecelakaan kerja hingga 67,5%. Pengurangan itu dilakukan dengan pencanangan program Gerakan Nasional Keselamatan dan Kesehatan Kerja (Gernas K3) 2009.

Sejalan dengan kasus yang terjadi maka PPPPTK-VEDC Malang pada bulan April 2009 yang lalu telah mengikutsertakan 2 orang pengajarnya (Sasongko dan Supa’at) untuk ikut diklat dalam Diklat dan Sertifikasi Calon Ahli K3 Umum selama 2 minggu di ITS Surabaya, dimana diklat tsb dilaksanakan oleh Poltek Perkapalan yang bekerja sama dengan Depnaker RI Jakarta.

Materi yang diberikan meliputi :

1. Dasar Umum dan UU K3

2. Kebijakan k3

3. K3 Kebakaran

4. K3 Mekanik

5. K3 Listrik

6. K3 Pesawat uap dan Bejana Tekan

7. K3 Konstruksi

8. Kesehatan dan Lingkungankerja

9. Audit dan Analisa Kecelakaan

10. SMK3 dan Audit SMK3

Ahli K3 tidak akan berperan jika pengambil kebijakan/manajemen tidak turut aktif dalam menangani masalah K3 tsb, karena ini bukan hanya terkait dengan kebijakan tetapi juga terkait dengan semua pekerja dan sarana prasana pendukung.

K3 tidak hanya di perusahaan / indsustri saja, tetapi disemua bidang pekerjaan baik itu disektor pendidikan, transportasi, pariwisata dan sektor yang lain.

Semoga dengan adanya penerapan K3 di masing masing sektor, kecelakaan kerja yang terjadi dapat diperkecil, syukur – syukur kalau sampai zero accident. Kita doakan saja.


By

Sasongko

Automotive Departemen VEDC Malang

Email : sasongkovedc@gmail.com\

Rabu, 01 April 2009

Rabu, 25 Maret 2009

BERHENTI MEROKOK DENGAN MEROKOK


Solusi Kesehatan: Produk Rokok SIN Herbal Satu-Satunya di Indonesia
Anda perokok yang kesulitan berhenti merokok,?? Anda perokok yang ingin tetap merokok namun peduli dengan kesehatan anda,??Anda bukan perokok namun ingin membantu perokok agar tetap sehat,?? Rokok SIN Herbal Solusinya
Jika anda sayang diri anda, keluarga anda dan orang-orang disekitar anda, jangan racunin mereka dengan asap dan rokok anda, gantilah rokok anda dengan rokok herbal ini
TENTANG PRODUK
Rokok ini diciptakan oleh Ustadz KH. Abdul Malik berdasarkan petunjuk yang didapat oleh Beliau saat melakukan “istikharah” dan berdasarkan pengalaman dalam pengobatan alternatif, dari komposisi 17 jenis bahan ramuan yang diolah menjadi bahan campuran tembakau pilihan untuk rokok sehingga mampu menetralkan kandungan TAR dan NIKOTIN. Ramuan yang juga berfungsi sebagai jamu terapi kesehatan tersebut merupakan warisan leluhur tanpa bahan kimia maupun candu. Terdiri dari beberapa ramuan tradisional dan rempah-rempah rahasia yang berfungsi melancarkan peredaran darah, membersihkan racun dalam tubuh terutama pada saluran pernapasan, tenggorokan, dan paru-paru
Sebelum ijin perusahaan dikeluarkan oleh pihak yang berwenang, rokok ini telah melalui uji ilmiah di Laboratorium Kimia Universitas Brawijaya Malang, Laboratorium Kimia Universitas Negeri Malang, dan salah satu pabrik rokok terkemuka di Jawa Timur yang ditunjuk secara resmi oleh pemerintah untuk pengujian produk rokok. Hasilnya menunjukkan bahwa kadar “Nikotin rokok ini” sangat rendah, bahkan dinyatakan mendekati 0%.
Ramuan rokok ini terdiri dari bahan-bahan yang mengandung asam dan basa, hasil reaksinya adalah garam, maka apabila dirasakan abu rokok ini terasa gurih yang juga mengandung ramuan bermanfaat. Diantaranya menyembuhkan luka ringan, sariawan atau panas dalam, gatal-gatal atau eksim kulit dan bahkan membantu penyembuhan luka akibat penyakit diabetes dengan cara menaburkan abu rokok ini pada bagian yang sakit. Beberapa bahan rahasia yang terkandung dalam 17 bahan ramuan Rokok ini diantaranya. Informasi lengkap baca di :
http:// RokokSehat.Net/?ref=426

By : sasongko 081.23306039
e-mail : sasongkovedc@gmail.com

Kamis, 22 Januari 2009

WALLCHART OTOMOTIF & LINGKUNGAN HIDUP

Wallchart sebagai sarana bantu untuk lebih lebih memperkaya wawasan pengetahuan sangat cocok dipakai untuk sekolah, bengkel, maupun ruang tertentu yang mudah dilihat, wallchart masih dalam bentuk standar ukuran A0 tanpa bingkai untuk memudahkan pengiriman.
Wallchart yang ditawarkan ada 2 macam yakni untuk bidang otomotif dan lingkungan hidup. Harga terjangkau untuk semua kalangan.

Kontak person :
Sasongkovedc@gmail.com
Hp. 081.23306039


Rabu, 21 Januari 2009

CD MODUL OTOMOTIF


CD Modul Interaktif dibidang Otomotif tersedia bagi semua kalangan yang ingin belajar mandiri , serta dalam mengembangkan potensi anak didik yang saat ini sedang digalakkan oleh Diknas sehingga anak didik mampu untuk bersaing dibursa pasar kerja.
Dunia Otomotif berkembang sangat pesat maka bekal perlu adanya sarana penunjang yang memadai untuk mengantisipasinya.
Perlu diciptakan wawasan tentang otomotif bagi anak didik sehingga tidak tertinggal jauh dengan kenyataan yang ada dilapangan.


Materi CD Otomotif meliputi :
1. Menggunakan Peralatan Bengkel
2. Basic Motor 2T & 4T

3. Sistem Pengapian Konvensional
4. Sistem Bahan Bakar Bensin & Karburator
5. Overhoul Motor
6. Mengukur Celah Oli
7. Tune Up Motor Bensin
8. Memeriksa Kebocoran Sistem Pendingin
9. Memeriksa Nozel/Injektor
10. Sistem Turbocharger
11.Electric Diesel Control
12. Injeksi Diesel Control
13. Emisi Gas Buang
14. Kelistrikan Bodi Standar
15. Sistem Pengisian dan Starter
16. Sistem Pengapian Elektronik
17. Sistem Injeksi Bensin / EFI
18. AC Mobil
19. Power Window & Central Lock
20. Airbag
21. Profil tentang Ban
22. Rem Mobil
23. Bleeding & Runout Rem
24. Sistem Suspensi
25. Electric Power Steering
26. Hidrolic Power Steering
27. Penguncian dan Pengereman Differensial
28. Planetary Gear Over Drive
29. Rem Angin
30. Transmisi dan Pengatur Putaran
31. Perbaikan Gardan / Final Drive
32. Geometri Roda
33. Mekanisme Katup
34. Las Oksi Asetilen

Kontak person :
Sasongko
Email : sasongkovedc@gmail.com
Hp. 081. 23306039

Jumat, 16 Januari 2009

EMISI GAS BUANG MOTOR BENSIN



EMISI GAS BUANG KENDARAAN BERMOTOR BERBAHAN BAKAR BENSIN

Laju pertambahan kendaraan bermotor di Indonesia semakin pesat, baik itu kendaraan roda empat maupun roda dua akan membawa dampak yang sangat tidak baik bagi lingkungan hidup.

Pada saat ini standar baku mutu emisi gas buang yang mengacu pada ketentuan Menteri Lingkungan Hidup belum diterapkan di Indonesia, dengan belum adanya penerapan peraturan emisi gas buang pada kendaran bermotor maka banyak kendaraan bermotor berlalu lalang dijalan raya dengan mengeluarkan polusi emisi gas buang diluar ambang batas, hal tersebut memunculkan masalah yang berkaiatan dengan lingkungan hidup yang sangat kompleks terutama pada kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya serta kota besar lainnya di Indonesia.

Problematik –problematik yang akan timbul antara lain :

Ø Peningkatan suhu udara akibat pemanasan global

Ø Timbulnya berbagai macam penyakit yang diakibatkan oleh polutan emisi gas buang

Ø Timbulnya masalah pencemaran lingkungan udara

Didalam suatu pembakaran motor bakar bensin guna menghasilkan emisi gas buang yang baik ( memenuhi standar), maka perlu ditunjang oleh kondisi motor yang baik yang berkaitan dengan tekanan kompresi, kondisi kabel busi dan busi, kondisi saat pengapian, kondisi filter udara, kondisi penyetelan karburator (konv) atau sistem injeksi.

Sehingga jika semua kondisi tersebut diatas`sudah terpenuhi, maka dalam proses pembakaran motor akan menghasilkan emisi gas buang yang rendah polusi, Adapun kadar Emisi Gas Buang menurut standart Menteri Lingkungan Hidup (Anonymous.1993, Anonymous.1996,Anonymous.2003, Anonymous.2006 ) sbb :

Kadar CO maks 4,5 %

Kadar HC maks 1200 ppm

Pada hasil proses pembakaran motor bensin, emisi gas buang yang dihasilkan meliputi :

1. HC atau Hidrokarbon

Hidrocarbon / HC merupakan unsur senyawa bahan bakar bensin. HC yang ada pada gas buang adalah dari senyawa bahan bakar yang tidak terbakar habis dalam proses pembakaran motor, HC diukur dalam satuan ppm ( part per million ) ( Bently Robert, 1993; Petter A Weller,1989; Spuller,Willem,L, 1987.)

2. CO atau Carbon Monoxid

Merupakan senyawa gas beracun yang terbentuk akibat pembakaran yang tidak sempurna dalam prose kerja motor, CO diukur dalam satuan % volume. ( Bently Robert, 1993; Petter A Weller,1989; Spuller,Willem,L, 1987.)

3. Nox

Adalah unsur dari Nitrgen Oksida (NO) dan Nitrogen Dioksida (NO2) tetapi sering dinyatakan dalam NOx saja. NOx juga merupakan senyawa gas beracun yang ditimbulkan dari proses pembakaran yang tidak sempurna. ( Bently Robert, 1993; Petter A Weller,1989; Spuller,Willem,L, 1987.)

4. Pb atau Timah Hitam

Adalah senyawa beracun yang terkandung dalam bahan bakar bensin dengan tujuan utuk menaikkan angka Oktan Bensin sehingga pada waktu pembakaran dalam proses kerja motor tidak mudah terjadi Detonasi atau Knocking. ( Bently Robert, 1993; Petter A Weller,1989; Spuller,Willem,L, 1987.)

5. CO2 atau Carbon Dioksida

Merupakan senyawa yang tidak beracun hasil pembakaran motor, tetapi efek dari CO2 ini adalah membawa dampak terhadap efek rumah kaca/ pemanasan global. ( Bently Robert, 1993; Petter A Weller,1989; Spuller,Willem,L, 1987.)

6. SO2 atau Belerang

Merupakan senyawa hasil pembakaran motor yang bersifat asam yang dapat membawa dampak terjadinya hujan asam yang nantinya dapat mengakibatkan kerusakan dan kematian organisme makhluk hidup, ( Otto Sumarwoto,1992) disamping itu juga membawa dampak cepat terjadinya korosi/karat pada logam, kalau pada kendaraan dapat mempercepat terjadinya keropos pada knalpot.

Pengaruh terhadap Manusia

1. HC atau Hidro Carbon( Spuller,Willem,L, 1987; Anonymous,2002.)

- Pada konsentrasi yang tinggi menyebabkan gangguan pada selaput lendir, mata, hidung dan tenggorokan

- Merupakan zat potensial penyebab Kanker

2. CO atau Carbon Monoxid ( Spuller,Willem,L, 1987; Anonymous,2002.)

- Tidak berbau dan tidak berwarna

- Mengurangi kemampuan darah dalam menyerap Oksigen

- Pada konsentrasi 0,3 % saja di udara, jika menghirup sekitar 30 menit dapat menyebabkan fatal/kematian.

3. Nox atau Nitrogen Oksid ( Spuller,Willem,L, 1987; Anonymous,2002.)

- Berwarna coklat kemerah merahan

- Berbau tajam / pedas sehingga mengganggu organ organ pernafasan

- Pada konsentrasi 0,05 s/d 0,15 % Nox diudara dapat menyebabkan kerusakan paru-paru

4. Pb atau Timah Hitam ( Spuller,Willem,L, 1987; Anonymous,2002.)

- Merupakan bahan yang sulit untuk bereaksi / dinetralisir, sehingga gas buang mengandung logam Pb yang tinggi akan berdampak dapat merugikan perkembangan mental, ginjal, komposisi darah dan pembuluh nadi/hipertensi

Dilematis Komposisi Emisi Gas Buang

Emisi gas buang mempunyai pengaruh yang buruk terhadap manusia dan lingkungan, berdasarkan data hasil pengujian emisi gas buang pada motor bensin terdapat 2 kondisi, dimana untuk pembakaran yang baik CO, HC harus rendah sedangkan CO2 tinggi, sehingga analisa yang didapat untuk kondisi pembakaran motor yang baik : aman terhadap manusia dan jelek terhadap lingkungan( CO2), Untuk pembakaran motor yang jelek biasanya kadar CO, HC tinggi dan CO2 rendah, sehingga emisi gas buang baik terhadap lingkungan dan jelek terhadap manusia.

Data terkahir dari Dephubdar perkiraan jumlah kendaraan sudah melampaui 60 juta, jika kita asumsikan setiap kendaraan menghabiskan 2 liter bensin saja, maka setiap hari 120 juta liter bensin yang dibakar dan polusi yang ditimbulkan berapa banyak ? silahkan anda pikir sendiri.


SEKARANG MAU PILIH YANG MANA ?

Komentar anda kami tunggu ?


By Sasongko

Email : Sasongkovedc@gmail.com

Hp 081.23306039


Daftar Pustaka

Anonymous. 1994. E-QUIP, Multi Gas. PT CS Jakarta. p 1 – 5

Anonymous.1993. Keputusan Menteri Lingkungan Hidup no.015 p 1-4

Anonymous.1996. Keputusan Menteri Lingkungan Hidup no.041p 1-3

Anonymous.2003. Keputusan Menteri Lingkungan Hidup no.141 p 1-3

Bently Robert, 1993. Automotive Band Book, VDI Verlag Germany. p 108 -184

Otto Sumarwo,1994. Indonesia Dalam Kancah Isu Lingkungan Global, PT Gramedia Pustaka Utama. p 217 - 218

Petter A Weller,1989. Fachkunde Fahrzeugtechnik, Holland+Johenshands Germany.

p 107 - 173

Spuller,Willem,L, 1987. Bahan Bakar Step IV, VEDC Malang. 61 15 45 90. p 1-4